SOPPENG (22/10) — Balai Besar Pengembangan dan Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP Penerapan) melalui Tim Pelaksana Program Integrated Corporation of Agricultural Resources Empowerment (ICARE) mulai melaksanakan kegiatan Baseline Survey di Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan. Kegiatan ini menjadi langkah awal penting dalam menyiapkan data dasar sebelum intervensi program dilaksanakan secara penuh di wilayah tersebut.
Hadirnya program ICARE di Soppeng sendiri bertujuan memperkuat kelembagaan petani, khususnya Brigade Pangan, serta mendorong penguatan rantai nilai komoditas padi melalui penerapan sistem pertanian modern yang terintegrasi. Sebelumnya sejak tahun 2023, program ICARE di Sulawesi Selatan telah berlangsung di Kabupaten Gowa dengan pendekatan kawasan komoditas kentang dan sapi.
Survei dasar ini dilakukan untuk memperoleh gambaran awal kondisi sosial-ekonomi, kelembagaan, dan lingkungan pertanian di area sasaran ICARE, terutama pada kawasan Optimasi Lahan (OPLAH) rawa dan non-rawa. Hasil survei akan menjadi acuan utama dalam merumuskan strategi pelaksanaan program serta mengukur capaian dan dampaknya terhadap peningkatan produktivitas pertanian di masa mendatang.
Fokus Pelaksanaan Survei
Kegiatan Baseline Survey di Kabupaten Soppeng mencakup tiga aspek utama:
Kabupaten Soppeng merupakan salah satu dari empat kabupaten di Sulawesi Selatan yang menjadi lokasi pelaksanaan Program ICARE, bersama Gowa, Barru, dan Enrekang. Program ini dirancang untuk meningkatkan Indeks Pertanaman (IP) padi dari satu kali menjadi dua hingga tiga kali tanam per tahun, sehingga mampu mendorong peningkatan produksi padi nasional dan memperkuat ketahanan pangan daerah.
Melalui kegiatan survei dasar ini, Tim ICARE BRMP Penerapan diharapkan dapat:
Pelaksanaan Baseline Survey di Soppeng menjadi langkah strategis dalam memastikan setiap kegiatan Program ICARE berjalan efektif, tepat sasaran, dan berkelanjutan. Dengan dukungan data akurat serta kolaborasi lintas pihak, program ini diharapkan mampu memperkuat sistem pertanian modern yang produktif dan berdaya saing, sekaligus berkontribusi nyata terhadap terwujudnya swasembada pangan nasional.