Bogor, 12 November 2025 – Dalam rangka memperkuat sinergi dan menyelaraskan arah program, Workshop Progres Kegiatan ICARE dan Penyesuaian Project Development Objective (PDO) berlangsung dengan penuh semangat kolaborasi di Hotel Luminor, Bogor, pada 10-12 November 2025. Acara yang dihadiri oleh perwakilan seluruh PIU, PMU, serta perwakilan Bappenas dan Kementerian Keuangan ini bertujuan untuk menyempurnakan target program agar semakin relevan dengan dinamika di lapangan, mempersiapkan laporan progres untuk Mid-Term Review (MTR) oleh World Bank, dan mengakselerasi realisasi kegiatan, khususnya Matching Grant (MG), melalui pendampingan e-proposal pada aplikasi BIMA.
Kepala BRMP dalam sambutan pembukaannya menekankan semangat kolektif untuk mempercepat pelaksanaan kegiatan, dengan Matching Grant sebagai program inti. Beliau menggarisbawahi pentingnya penyaluran Matching Grant melalui e-proposal BIMA yang akuntabel dan transparan, serta penguatan peran ICARE sebagai contoh keberhasilan dalam membangun model rantai nilai pertanian modern. Komitmen dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan ditegaskan kembali sebagai kunci kesuksesan program.
Dr. Bram Kusbiantoro, Direktur ICARE, menyampaikan bahwa program ini telah memasuki fase pertengahan dengan berbagai perkembangan positif, termasuk penambahan kegiatan swasembada pangan dan Klinik Modernisasi Pertanian. Workshop ini menjadi langkah strategis untuk mempersiapkan tinjauan dari World Bank melalui penyusunan laporan progres dan pendampingan intensif bagi para peserta.
Perwakilan Bappenas menyoroti keselarasan proyek ICARE dengan prioritas pembangunan nasional, khususnya dalam transformasi ekonomi, modernisasi pertanian, dan ketahanan pangan. ICARE diharapkan dapat memberikan nilai tambah, diseminasi teknologi, dan praktik berkelanjutan yang mendukung kedaulatan pangan dan energi. Peningkatan kesiapan operasional didorong untuk mendukung percepatan penyerapan anggaran, dengan tetap mengedepankan tata kelola yang baik sesuai prosedur.
Sementara itu, DJPPR-Kemenkeu memberikan rekomendasi konstruktif untuk mengakselerasi realisasi program, antara lain melalui penyelesaian administrasi, peningkatan koordinasi, dan finalisasi kontrak. Semangat untuk memanfaatkan waktu yang ada guna memastikan keberhasilan proyek menjadi pesan utama.
Secara paralel, seluruh Project Implementing Unit (PIU) dari berbagai provinsi memaparkan progres dan inovasi lapangan yang menggembirakan. Dari penguatan korporasi petani di Kalimantan Barat, peningkatan produktivitas pisang di Jawa Tengah, inovasi integrasi “kakao-sapi potong” di Sulawesi Tenggara, hingga pelatihan literasi digital untuk UMKM di Jawa Barat. Pembentukan koperasi dan peningkatan kapasitas petani, termasuk petani milenial, menjadi capaian konsisten yang dilaporkan.
Workshop ini berhasil menyepakati kerangka penyesuaian PDO dan strategi akselerasi yang komprehensif. Fokus utama adalah pada percepatan penyaluran Matching Grant dan penyelesaian tantangan administratif melalui koordinasi intensif antara semua pihak. Acara ini telah menjadi platform strategis untuk menyelaraskan langkah, memperkuat komitmen kolektif, dan mendorong aksi nyata guna memastikan ICARE mencapai tujuannya dalam membangun rantai nilai pertanian Indonesia yang inklusif, modern, dan berkelanjutan.