BRMP Sulawesi Utara menghadiri kegiatan CG (Competitive Grant) Program ICARE (Integrated Corporation of Agricultural Resources Empowerment) Tahun 2026 di Bogor. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada 23–24 Desember 2025. Acara berlangsung di Aula Calliandra BRMP Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH), Bogor.
Kegiatan CG Program ICARE 2026 berfokus pada perancangan ruang lingkup kegiatan inovasi. Inovasi yang dibahas disesuaikan dengan visi dan misi Balai Penerapan Modernisasi Pertanian. Program ini juga diarahkan untuk menjawab isu strategis pengembangan komoditas pertanian.
Pengembangan komoditas dikaitkan dengan pendekatan rantai nilai atau value chain. Pendekatan ini diterapkan pada lokasi pelaksanaan program ICARE. Tujuannya untuk meningkatkan daya saing dan nilai tambah komoditas pertanian.
Kegiatan strategis ini dihadiri oleh Sekretaris Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian, Husnain, SP., MP., Ph.D. Hadir pula Kepala Balai Besar Penerapan serta para Kepala Pusat Hortikultura, PKH, dan Perkebunan. Selain itu, kegiatan diikuti oleh sembilan Project Implementation Unit (PIU) ICARE dari provinsi terpilih.
PIU ICARE Sulawesi Utara diwakili oleh Kepala BRMP Sulawesi Utara, Dr. Ir. Agussalim, MP. Ia memaparkan pelaksanaan CG ICARE di Sulawesi Utara. Pemaparan difokuskan pada pemberdayaan masyarakat melalui komoditas jagung dan kelapa.
Pengembangan komoditas tersebut dilaksanakan di Kabupaten Minahasa Utara. Program diarahkan untuk memperkuat keterkaitan hulu dan hilir. Upaya ini bertujuan meningkatkan nilai tambah komoditas unggulan daerah.
Turut mendampingi, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan PIU ICARE Sulawesi Utara Ir. Rita Novarianto, M.Si dan Dr. Conny Manoppo, M.Si. Keduanya mendukung perumusan inovasi berbasis kebutuhan lokal. Inovasi tersebut diharapkan berkelanjutan dan berdampak nyata.
Melalui kegiatan CG Competitive Grant Program ICARE Tahun 2026, diharapkan terbangun sinergi lintas unit kerja dan daerah. Sinergi ini diarahkan untuk menghasilkan inovasi pertanian yang adaptif. Program ini diharapkan mampu memperkuat sistem agribisnis nasional berbasis rantai nilai.